BeritaPendidikan

Guru Merasa Terancam, Dunia Pendidikan Sumenep Minta Jaminan Perlindungan

Avatar
718
×

Guru Merasa Terancam, Dunia Pendidikan Sumenep Minta Jaminan Perlindungan

Sebarkan artikel ini
Guru Merasa Terancam, Dunia Pendidikan Minta Jaminan Perlindungan
Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, Mulyadi.

Mediapribumi.id, Sumenep — Peristiwa mengejutkan terjadi di SDN Duko 1, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, yang memicu kekhawatiran baru di kalangan pendidik. Dugaan intimidasi terhadap para guru oleh seorang pria yang mengaku sebagai anggota LSM, Senin siang lalu, menyoroti kembali lemahnya perlindungan terhadap tenaga pengajar di lapangan.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria berbadan besar menerobos ruang guru, membentak, menggebrak meja, dan menunjuk-nunjuk guru dengan nada mengancam, setelah adu argumen.

Suasana mendadak berubah mencekam, bahkan terdengar jeritan ketakutan dari siswa di luar ruangan. Para guru hanya bisa membeku di tempat, tidak berdaya menghadapi tekanan tersebut.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Mulyadi, menilai peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan psikologis terhadap pendidik. Ia menekankan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bebas dari segala bentuk tekanan.

“Guru bukan musuh. Mereka adalah garda depan pendidikan bangsa. Jika mereka diteror, lalu siapa yang melindungi anak-anak kita?,” katanya. Rabu (28/05/2025).

Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa perlindungan hukum bagi guru harus diperkuat. Tak sedikit kasus serupa terjadi di daerah lain, di mana guru kerap menjadi sasaran tekanan baik dari oknum masyarakat maupun lembaga yang mengatasnamakan pengawasan.

DPKS menyerukan agar aparat segera bertindak, tak hanya mengejar keadilan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pendidik.

“Jika dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk. Guru bisa takut mengajar, murid merasa tidak aman. Apa jadinya pendidikan kita?,” kata Mulyadi.

Insiden di SDN Duko 1 bukan sekadar persoalan adu argumen atau dugaan penyimpangan dana, melainkan cerminan dari pentingnya menciptakan ruang aman bagi guru dan siswa. Sebab, tanpa rasa aman, proses pendidikan tidak akan pernah bisa berjalan optimal.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep