Mediapribumi.id, Sumenep — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Fraksi Gerindra-PKS, dari Daerah Pemilihan (Dapil) 8, Syaiful Bahri tekankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menjadikan hasil reses sebagai acuan untuk pembangunan.
Pada masa Reses II, konstituen Syamsul Bahri mengaspirasikan beberapa masalah diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, pemerataan listrik yang memadai, pemberdayaan pondok pesantren, fasilitas kesehatan, infrasturktur laut, dan infrastruktur pertanian.
“Penekanan kami adalah penuntasan disparitas antara daratan dan kepulauan,” tgasnya, setelah menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD setempat. Rabu (23/04/2025).
Menurut Politisi asal Pulau Pagerungan Kecil ini, pemberdayaan pondok pesantren itu perlu dilakukan penambahan anggaran untuk program wirausaha santri yang saat ini masih minim.
Infrastruktur jalan, hingga saat ini banyak yang rusak bahkan ada sebagian belum dilakukan pengerjaan sama sekali, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama kegiatan masyarakat.
“Untuk listrik, di Kecamatan Sapeken, nyaris semuanya kekurangan, karena saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Ia menggambarkan, masyarakat yang notabene mata pencahariannya adalah nelayan dan petani, Syamsul Bahri juga menekankan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk nelayan dan pertanian.
Para nelayan saat ini masih menggunakan alat tradisional, sehingga tidak bisa bersaing dengan nelayan pendatang yang sudah menggunakan alat modern. Hal ini membutuhkan perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan seperti alat penangkap ikan maupun perahu.
“Kita berharap ada dermaga, karena ketika kapal perintis datang, masyarakat masih harus menggunakan perahu di Pagarungan Besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga mendapatkan aspirasi terkait pertanian, salah satunya akses terhadap pupuk yang lebih mudah dan terjangkau.
Disamping itu, kata Syamsul Bahri, masyarakat petani juga membutuhkan infrastruktur seperti irigasi dan jalan menuju lahan pertanian serta alat pertanian modern. Agar pertanian masyarakat semakin produktif.
“Apalagi saat ini pembangunan didorong terhadap ketahanan pangan. Fasilitas ini akan berimplikasi pada ketahanan pangan,” tuturnya.
Pihaknya juga mendorong peningkatan kesehatan mulai dari Tenaga Medis, Peralatan Kesehatan serta transportasi laut untuk kesehatan.
“Transportasi seperti ambulan laut sangat dibutuhkan untuk akses fasilitas kesehatan lebih cepat,” pungkasnya.













