Mediapribumi.id, Mojokerto — Moh. Kholid, warga Desa Rubaru, Kecamatan Rubaru, Sumenep berhasil meraih penghargaan bergengsi. Ia dinobatkan sebagai juara pertama kategori Video Petani Muda Inspiratif dalam kompetisi yang digelar Bayer Indonesia, setelah bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia. Penghargaan itu diserahkan langsung di Mojokerto, Kamis (24/09/2026).
“Yang ikut lomba itu se-Indonesia, ratusan orang yang ikut. Alhamdulillah saya menjadi juara satu untuk kategori video petani muda inspiratif,” katanya, Jumat (25/09/2026).
Video yang mengantarkannya menjadi juara berisi rekaman aktivitas kesehariannya di lahan pertanian, mulai dari proses perawatan tanaman hingga berbagai pekerjaan lain yang biasa ia lakukan sebagai petani.
“Video yang saya ikutkan itu tentang aktivitas saya ketika bertani,” paparnya.
Prestasi ini tidak lepas dari ketekunan Kholid mengelola lahan pertanian miliknya yang hanya seluas seperempat hektare. Di lahan tersebut, ia membudidayakan berbagai komoditas seperti bawang merah, tomat, dan cabai, dengan hampir seluruh proses perawatan hingga penyiraman ia kerjakan sendiri.
Kholid mulai serius terjun ke dunia pertanian secara mandiri sejak 2021, setelah sebelumnya mengenal aktivitas bertani dari mertuanya usai menikah pada 2016.
“Bertani secara mandiri saya lakukan sejak 2021. Sebelumnya, saya belajar dengan ikut mertua,” ucapnya.
Gelar juara ini membawa dampak positif bagi Kholid. Ia kini mendapat kesempatan untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan lanjutan yang digelar penyelenggara, termasuk pelatihan dan program yang mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.
Bagi Kholid, penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa profesi petani layak mendapat pengakuan setara dengan profesi lainnya. Ia berharap capaiannya dapat mendorong lebih banyak anak muda melirik pertanian sebagai pilihan aktivitas maupun sumber penghidupan.
“Pertanian ini bukan hal yang pantas disepelekan atau dianggap sebagai profesi rendahan. Meski penghasilannya tidak menentu, insyaAllah hasilnya berkah,” tegasnya.
Kini, di sela kesibukannya menikmati hasil penghargaan tersebut, Kholid tetap aktif mengembangkan lahannya dengan menanam tomat, timun, dan cabai.
“Kalau sedang untung, nilainya bisa lebih besar dari gaji UMR. Sangat menjanjikan, dengan catatan paham pola mainnya, paham ilmunya, dan paham ritme tanamnya,” tandasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













