BeritaMigas

SKK Migas Jabanusa Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan Melalui UKW

Avatar
×

SKK Migas Jabanusa Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan Melalui UKW

Sebarkan artikel ini
SKK Migas Jabanusa Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan Melalui UKW
Suasana UKW LPDS Bersama SKK Migas Jabanusa di Surabaya.

Mediapribumi.id, Surabaya — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggandeng sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai sektor hulu migas. Upaya ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di sela rangkaian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Platinum Surabaya, 08–11 September 2026.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menyampaikan bahwa industri hulu migas menempati posisi penting dalam menopang ketahanan sekaligus kedaulatan energi nasional.

Menurutnya, kelangsungan operasi hulu migas turut menopang perekonomian daerah, mulai dari kontribusi penerimaan negara, Dana Bagi Hasil (DBH), penciptaan lapangan kerja, hingga pelibatan pelaku usaha lokal.

“Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat mengenai kegiatan hulu migas,” ujar Anggono di hadapan peserta UKW, Rabu (09/09/2026).

Ia menambahkan, kompetensi jurnalis dalam memahami isu ketahanan energi perlu terus ditingkatkan karena pemberitaan media turut membentuk cara pandang masyarakat terhadap pentingnya industri hulu migas. Sektor ini, menurutnya, bersinggungan langsung dengan ketersediaan energi, penerimaan negara, pendapatan daerah, arus investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Dengan pemahaman yang memadai, jurnalis diharapkan mampu menggali fakta, melakukan verifikasi data secara cermat, dan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta edukatif kepada publik, tidak sekadar melaporkan angka produksi, tetapi juga menjelaskan tantangan menjaga keberlanjutan produksi dan dampaknya terhadap ketahanan energi nasional.

Dari sisi tanggung jawab sosial, Anggono menjelaskan bahwa SKK Migas bersama KKKS menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang mencakup empat pilar utama: ekonomi, sosial, lingkungan, serta tata kelola dan kelembagaan.

“Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui pengembangan UMKM, pendidikan, kesehatan, penyediaan akses air dan energi, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kelembagaan warga,” tambahnya.

Ia menegaskan PPM berbeda dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan pada umumnya, sebab PPM merupakan bagian dari rencana operasi hulu migas yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B) dan pelaksanaannya terikat pada wilayah kerja KKKS bersangkutan.

Dalam kesempatan yang sama, dua KKKS di wilayah kerja SKK Migas Jabanusa turut memaparkan kontribusi operasional dan program pemberdayaan masyarakat masing-masing.

Senior Public & Government Affairs Officer Kangean Energy Indonesia (KEI), Kampoi Naibaho, memaparkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

Ia menyebut KEI telah meraih penghargaan PROPER Hijau 2026 dan mencatatkan lebih dari 42,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja.

“KEI menjalankan sejumlah program pemberdayaan, termasuk dukungan pencegahan stunting serta penyerahan dua unit Satuan Pembangkit Diesel (SPD) berkapasitas masing-masing 350 KVA kepada Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken,” tandasnya.

Sementara itu, Vice President Supply Chain Management (SCM) & Business Support PC Ketapang II Ltd, Fery Sarjana, memaparkan kontribusi Wilayah Kerja Ketapang terhadap pasokan energi di Jawa Timur. Ia menyebut Lapangan Bukit Tua, yang beroperasi sejak 2015, tercatat menghasilkan sekitar 2.997 barel setara minyak per hari (BOEPD) dan 33 juta kaki kubik gas standar per hari (MMSCFD) secara equity per Juni 2026.

“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 dengan potensi puncak produksi sekitar 50 MMSCFD,” kata Fery.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *