BeritaPendidikan

Sulap Sampah Jadi Paving Block, KKN Posko 52 UA Beri Solusi Lingkungan di Talango

Avatar
×

Sulap Sampah Jadi Paving Block, KKN Posko 52 UA Beri Solusi Lingkungan di Talango

Sebarkan artikel ini
Sulap Sampah Jadi Paving Block, KKN Posko 52 UA Beri Solusi Lingkungan di Talango
Pembuatan Paving Block Dari Sampah oleh KKN Universitas Annuqayah (Foto: Lumkanul Hakim).

Mediapribumi.id, Sumenep — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 52 Universitas Annuqayah (UA) Guluk-Guluk Sumenep menghadirkan inovasi kreatif dalam mengelola limbah dengan menggelar program pengolahan sampah plastik menjadi paving block.

Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan pesantren serta yayasan SMP dan SMA Sayyid Yusuf, Desa Padike, Talango, Sumenep, Selasa (08/09/2026).

Kotua Posko 52 UA, Sindani menuturkan bahwa aksi nyata ini digagas sebagai jawaban atas persoalan menumpuknya sampah plastik yang kerap mencemari kebersihan lingkungan pesantren dan sekolah.

“Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diberikan pemahaman teoretis mengenai bahaya sampah plastik bagi kelestarian alam, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan proses daur ulang hingga bernilai guna tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara teknis proses pembuatan paving block ramah lingkungan ini diawali dengan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik oleh para siswa.

“Sampah plastik kemudian dicacah dan dilelehkan menggunakan wadah tong minyak, sebelum dicampur dengan pasir dan dicetak menjadi paving block yang kokoh untuk kebutuhan fasilitas pesantren serta sekolah,” tambahnya.

Sindani juga menerangkan, program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sejak usia dini di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin adik-adik siswa tidak hanya tahu bahwa sampah plastik itu masalah, tapi juga merasakan sendiri bahwa sampah itu bisa diubah jadi sesuatu yang berguna. Harapannya, semangat ini terus berlanjut meski program KKN kami nanti selesai,” ujarnya.

Antusiasme tinggi tampak jelas dari para siswa yang mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pengumpulan sampah, hingga proses pencetakan.

“Kehadiran program ini diharapkan mampu membudayakan kebiasaan memilah sampah di kalangan pelajar serta memicu lahirnya inovasi lingkungan berkelanjutan di Yayasan Sayyid Yusuf,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;