Mediapribumi.id, Sumenep — Sebanyak 47 dari 53 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Kabupaten Sumenep jenjang SMP dan SMA diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan belajar sementara di SRT 1 Kabupaten Sampang. Enam siswa lainnya yang berasal dari wilayah kepulauan belum bisa menyusul karena terkendala transportasi menuju daratan.
Kepala SRT 49 Sumenep, Norani Yanuar Subandi, mengatakan rombongan yang berangkat terdiri atas 30 siswa jenjang SMP dan 23 siswa jenjang SMA.
“Yang berangkat saat ini terdiri atas 30 siswa jenjang SMP dan 23 siswa jenjang SMA. Kami juga masih terus melakukan penjaringan calon siswa jenjang SMA untuk memenuhi kuota yang tersedia,” ujarnya, Jumat (31/07/2026).
Norani menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep masih mengusulkan pembangunan gedung permanen SRT 49. Pembangunan tersebut ditargetkan masuk dalam tahap ketiga dan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinsos P3A saat ini tengah mengupayakan pengajuan lahan sebagai lokasi pembangunan gedung tersebut.
Rencana pembangunan gedung SRT 49 sebelumnya mengarah pada penggunaan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Namun, opsi itu dialihkan ke lahan yang semula diproyeksikan untuk pembangunan Sport Center, menyusul kendala akses bagi alat berat di lokasi awal.
“Lokasi yang direncanakan sebelumnya mengalami kendala akses masuk bagi alat berat. Karena itu, pemerintah daerah menawarkan solusi dengan menggunakan lahan di depan Universitas Wiraraja sebagai lokasi pembangunan,” kata Norani.
Ia berharap usulan lahan tersebut segera mendapat persetujuan agar pembangunan gedung permanen dapat segera direalisasikan, sehingga para siswa SRT 49 Sumenep dapat kembali menjalani proses belajar di daerah asalnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













