BeritaPeristiwa

Pria Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Batuan Sumenep

Avatar
57
×

Pria Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Batuan Sumenep

Sebarkan artikel ini
Pria Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Batuan Sumenep
Sejumlah Aparat Kepolisian Saat Mengevakuasi.

Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang pria berinisial AS (38) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos yang ia tempati di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Rabu (15/07/2026). Personel Polresta Sumenep bersama Polsek Sumenep Kota bergerak cepat merespons laporan warga terkait penemuan tersebut.

Korban diketahui berprofesi sebagai pekerja swasta yang sehari-hari berjualan tahu bulat. Ia telah menghuni kamar kos tersebut selama lebih dari lima tahun.

Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu,  melalui Kapolsek Sumenep Kota, AKP Maliyanto Effendi, menjelaskan bahwa kecurigaan pertama kali muncul dari sesama penghuni kos. Mereka mulai resah lantaran korban tidak juga keluar dari kamarnya hingga menjelang siang hari.

Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak mendapat sahutan, para penghuni kos akhirnya melaporkan kejanggalan tersebut kepada pemilik usaha tempat korban bekerja. Ketika pintu kamar akhirnya dibuka, korban ditemukan telah tidak bernyawa.

Menindaklanjuti laporan warga, petugas Polsek Sumenep Kota bergerak bersama Tim Identifikasi Sidik Jari dan Foto (INAFIS) Satreskrim Polresta Sumenep, personel Satreskrim, Satuan Samapta, serta tenaga medis dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

“Tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menghimpun keterangan dari para saksi, dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit,” tuturnya.

Dalam proses penyelidikan, petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban yang dinilai relevan dengan pengusutan kasus, di antaranya kartu identitas, ponsel, serta beberapa barang bukti lain yang ditemukan di lokasi.

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan cenderung tertutup dalam kesehariannya.

“Pihak keluarga sendiri menyatakan menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah dan memilih mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah,” tuturnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *