BeritaMigas

Yayasan Bakrie Amanah Bersama EMP dan KEI Gelar Khitanan Sehat untuk Ratusan Anak di Wilayah Operasi Produksi

Avatar
41
×

Yayasan Bakrie Amanah Bersama EMP dan KEI Gelar Khitanan Sehat untuk Ratusan Anak di Wilayah Operasi Produksi

Sebarkan artikel ini
Yayasan Bakrie Amanah Bersama EMP dan KEI Gelar Khitanan Sehat untuk Ratusan Anak di Wilayah Operasi Produksi
Peserta Khitanan Gratis Saat Menerima Kenang-Kenangan Dari Penyelenggara.

Mediapribumi.id, Sumenep — Yayasan Bakrie Amanah bersama SKK Migas, Energi Mega Persada (EMP) dan Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd. menggelar program Khitanan Untuk Negeri 2026 di empat titik wilayah operasi produksi, yakni di Kepulauan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur.

Program ini menargetkan 1,080 anak di wilayah terpencil Indonesia. Khusus di Kepulauan Sapeken dilaksanakan secara maraton mulai tanggal 6 hingga 9 Juli 2026. Rangkaian dimulai di Puskesmas Pagerungan Besar dengan jumlah 51 anak, dilanjutkan ke Desa Tanjung Kiaok 55 anak, kemudian Desa Pagerungan Kecil 48 anak, dan ditutup di Desa Sadulang dengan target 48 anak, dengan total perolehan 202 anak.

Salah satu perwakilan pelaksana kegiatan, Jajang Suherman, menjelaskan, kondisi wilayah operasi KEI yang berupa gugusan pulau membuat jarak antar Desa kerap dipisahkan perairan luas, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan dengan cara turun langsung.

“Kami tidak ingin warga harus menyeberang laut dengan biaya dan risiko besar hanya untuk mendapatkan layanan khitan. Karena itu tim medis yang kami bawa langsung ke lokasi terdekat dengan tempat tinggal mereka,” kata Jajang. Senin (06/07/2026).

Program ini, lanjut Jajang, merupakan bagian dari inisiatif “Khitan Berdampak” yang menempatkan khitan sebagai titik awal pembentukan generasi sehat secara fisik, kuat

secara mental, dan berakhlak baik. Selain tindakan medis, peserta juga mendapat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pembinaan karakter.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian wujud nyata Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang kesehatan utamanya di wilayah operasi.

“Kehadiran industri hulu migas di wilayah ini kami harapkan tidak hanya berkontribusi pada energi nasional, tapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala biaya khitan,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam pekasanaan khitanan menggunakan metode sirkumsisi modern berupa laser yang dipilih agar proses tindakan berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman bagi anak-anak di kepulauan.

Tidak hanya itu, masing-masing peserta khitanan juga mendapatkan paket bingkisan nutrisi dan uang saku sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka.

“Program Khitanan Untuk Negeri 2026 merupakan target nasional Yayasan Bakrie Amanah untuk menyehatkan 2.000 hingga 2.500 anak di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Riau, Sumatera Utara, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Yayasan Bakrie Amanah Bersama EMP dan KEI Gelar Khitanan Sehat untuk Ratusan Anak di Wilayah Operasi Produksi
Foto Bersama Peserta Khitanan Sehat.

Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan, mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat dalam melaksanakan kegiatan ini.

Ia mengatakan program khitanan oleh Bakrie Amanah, SKK Migas, EMP dan KEI di Pagerungan Kecil bukan hanya kali ini saja, sebelumnya sudah berkali-kali kegiatan serupa dilaksanakan di desanya, sehingga memiliki dampak positif dan menjadi rutinitas yang ditunggu masyarakat.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan yang langsung menyasar kepada masyarakat seperti khitanan dapat terus dilaksanakan di Desa Pagerungan Kecil.

“Semoga kesuksesan senantiasa menyertai Bakrie Amanah, EMP dan KEI, agar terus menebar manfaat bagi warga kami,” harapnya.

Ucapan terimakasih juga diucapkan oleh masyarakat setempat. Idris, salah satu warga Desa Pagerungan Kecil menilai program khitanan sangat bermanfaat kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak yang ikut khitanan.

Menurutnya, Bakrie Amanah, SKK Migas, EMP dan KEI yang sudah beroperasi sejak lama di Kepulauan Sumenep sudah banyak membantu masyarakat khususnya di wilayah operasi.

“Semoga tidak hanya kali ini saja, tetapi menjadi agenda rutin dan berkelanjutan,” tukas Idris.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *