BeritaPeristiwa

Nelayan Asal Pulau Raas Hilang di Perairan Kropoh, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Avatar
24
×

Nelayan Asal Pulau Raas Hilang di Perairan Kropoh, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Nelayan Ra'as Hilang di Laut, Perahu Ditemukan Tanpa Penumpang
Anggota Kepolisian Saat Melakukan Peninjauan di Perahu Nelayan yang Hilang

Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah bertolak melaut sendirian dan tak kembali hingga malam hari. Perahu yang ia gunakan ditemukan mengapung tanpa penumpang, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.

Korban diidentifikasi sebagai Amsuri (55), warga Dusun Kropoh RT 01/RW 01, Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep. Ia berangkat memancing menggunakan perahu dayung jenis losongan (montek) berwarna hijau muda pada Senin (15/06/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tujuannya, perairan di sekitar Desa Kropoh, wilayah yang selama ini menjadi ladang penghidupannya. Namun hingga malam, ia tak pulang.

Istri korban, Ervani, langsung bergerak mencari bantuan. Ia menghubungi kerabat dan warga setempat untuk menelusuri keberadaan suaminya. Upaya pencarian malam itu belum membuahkan hasil.

Titik krusial terjadi pada Selasa (16/06/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Warga menemukan sebuah perahu dayung hijau muda terapung di perairan dekat Pelabuhan Talebuk, Desa Kropoh, tanpa seorang pun di atasnya. Keluarga yang melakukan pengecekan langsung memastikan perahu itu milik Amsuri.

Kepala Desa Kropoh H. Rahmawi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Raas. Pukul 09.00 WIB, pencarian resmi dimulai dengan melibatkan personel Polsek Ra’as, Koramil Raas, staf Kecamatan Raas, dan masyarakat setempat di titik ditemukannya perahu.

Operasi kemudian diperluas dengan membentuk tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Sumenep, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Basarnas, BPBD Kabupaten Sumenep, Syahbandar Raas, unsur TNI-Polri, komunitas nelayan, dan warga pesisir.

Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq, yang mewakili Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, menyebut seluruh prosedur penanganan telah dijalankan.

“Kami telah mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” katanya.

Petugas juga menyusun peta area pencarian (SARMAP) dan menginformasikan kejadian ini kepada kapal pelayaran serta kapal ikan yang melintas agar turut membantu pemantauan.

Secara geografis, lokasi hilangnya Amsuri berada di perairan utara Pelabuhan Rakyat Desa Kropoh, sekitar 500 meter dari garis pantai. Kondisi cuaca saat kejadian tercatat cerah berawan, angin dominan dari arah tenggara, dengan tinggi gelombang berkisar 0,55 hingga 0,75 meter.

Hingga berita ini diturunkan, Amsuri belum berhasil ditemukan. Pencarian masih terus berlangsung. Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban diminta segera menghubungi petugas terdekat.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep