BeritaEkonomi

Pimpinan Bulog Pastikan Stok Pangan di Madura Aman

Avatar
22
×

Pimpinan Bulog Pastikan Stok Pangan di Madura Aman

Sebarkan artikel ini
Bulog Pastikan Stok Pangan di Madura Aman
Operasi Pasar di Kabupaten Sumenep Beberapa Waktu Lalu

Mediapribumi.id, Pamekasan — Kantor Cabang Bulog Madura terus memperkuat jaringan distribusi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Madura. Langkah ini dilakukan seiring berakhirnya masa panen raya, dengan fokus utama pada komoditas beras dan minyak goreng.

Pimpinan Cabang Bulog Madura, Ahmad Rofii, memastikan bahwa ketersediaan stok pangan hingga saat ini masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat kabupaten.

Menurut data Bulog Madura, saat ini stok beras yang ada sekitar 4.500 ton dan akan ditambah dalam penyerapan. Stok ini dipastikan akan terus bertambah karena dalam waktu dekat akan memasuki panen di wilayah Kabupaten Bangkalan.

“Stok alhamdulillah aman. Kami tetap melakukan penyerapan hasil panen, meskipun volumenya mulai berkurang. Koordinasi terus dilakukan di daerah-daerah potensi panen seperti Bangkalan dan Sumenep,” ujarnya, Jumat (01/05/2026).

Sebagai upaya menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen, Bulog secara rutin menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pada masa panen, penyaluran beras melalui program ini berkisar antara 100 hingga 150 ton per bulan.

Namun, jumlah tersebut diperkirakan meningkat signifikan hingga 400–500 ton saat mendekati akhir tahun, ketika permintaan cenderung melonjak.

Tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, Bulog juga memperluas jalur distribusi dengan menyasar sektor ritel modern. Sejumlah jaringan toko seperti SRC, Basmalah, hingga minimarket jejaring nasional seperti Indomaret dan Alfamart untuk pemasaran beras premium.

“Untuk pasar tradisional, beras SPHP tetap menjadi prioritas. Sementara distribusi beras premium mulai kami dorong melalui ritel modern agar jangkauan semakin luas,” jelasnya.

Selain beras, distribusi minyak goreng juga menjadi perhatian utama. Bulog telah menjadwalkan penyaluran rutin ke berbagai pasar strategis, dengan volume mencapai sekitar 2.500 liter per minggu di satu titik. Distribusi ini dilakukan secara bergilir di seluruh wilayah Madura agar merata.

Dalam mengantisipasi potensi gejolak harga, Bulog juga menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, operasi pasar siap dilakukan berdasarkan koordinasi dengan dinas terkait.

Tak hanya distribusi, perawatan kualitas stok juga menjadi fokus. Bulog secara rutin menjaga kondisi beras di gudang penyimpanan di sejumlah wilayah seperti Sumenep, Pamekasan, dan Sampang agar tetap layak konsumsi hingga sampai ke masyarakat.

“Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci. Terutama saat momentum penting seperti hari besar keagamaan atau ketika terjadi fluktuasi harga di pasar,” pungkas Rofii.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep