BeritaPemerintahanWisata

Festival Ojung Sumenep, Tradisi Lokal Dikemas Modern untuk Gaet Generasi Muda

Avatar
69
×

Festival Ojung Sumenep, Tradisi Lokal Dikemas Modern untuk Gaet Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Festival Ojung Sumenep, Tradisi Lokal Dikemas Modern untuk Gaet Generasi Muda
Dua Pria Saat Bertarung Dalam Festival Ojung. (Foto: Website Pemkab Sumenep)

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui berbagai agenda, salah satunya Festival Ojung yang masuk dalam rangkaian Kalender Event 2026.

Kegiatan yang digelar di Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026), itu tidak sekadar menjadi pertunjukan tradisi, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa Festival Ojung memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan.

“Festival Ojung ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan yang merupakan tradisi mengandung nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus turut ambil bagian sebagai pelaku sekaligus pelestari budaya.

“Generasi muda jangan pernah melupakan akar budaya dengan belajar, mencintai, dan melanjutkan warisan budaya, supaya tetap memiliki jati diri yang kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa Festival Ojung harus terus dikembangkan agar tetap relevan di tengah dinamika zaman. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang melekat.

“Festival Ojung harus terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, agar tetap relevan di tengah dinamika zaman. Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat harus menjadikannya sebagai identitas lokal yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam pengemasannya, festival ini kini dipadukan dengan berbagai inovasi, mulai dari penataan lokasi, promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif.

“Meski dikemas dengan sentuhan modern, nilai-nilai tradisional tetap dijaga. Esensi budaya seperti sportivitas, keberanian, dan kebersamaan tetap menjadi ruh utama,” jelasnya.

Sebagai informasi, Ojung merupakan tradisi khas Madura berupa duel dua orang yang saling memukul menggunakan rotan secara bergantian. Peserta yang paling banyak mengenai tubuh lawan dinyatakan sebagai pemenang.

Selain sebagai hiburan, tradisi ini juga memiliki makna ritual. Masyarakat setempat meyakini Ojung sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon keselamatan dari bencana, termasuk meminta turunnya hujan saat musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis Festival Ojung dapat terus berkembang menjadi ikon budaya daerah yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami berharap Festival Ojung menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga, karena masyarakat bisa berkumpul dan merayakan kekayaan budaya bersama,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep