Mediapribumi.id, Sumenep — Dalam meningkatkan daya tarik pariwisata di Kabupaten Sumenep, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) setempat menekankan pelestarian budaya dan kearifal lokal.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan menerangkan, selain itu, pembangunan pariwisata tersebut harus didukung oleh semua pihak utamanya pengelola untuk membuat pengunjung aman dan nyaman.
“Pada tanggal 14 januari 2026, Sumenep akan kedatangan 150 turis dari Australia. Kita harus menampilkan budaya lokal yang ada, seperti ketika di Museum harus memakai pakaian sopan,” terangnya. Rabu (24/12/2025).
Selain itu, untuk memaksimalkan pembangunan tersebut, pihaknya menyebut pentingnya investasi dari para investor baik lokal maupun dari luar.
“Saat ini Bupati Sumenep (Achmad Fauzi Wongsojudo) memberdayakan pariwisata yang dikelola oleh masyarakat, nantinya tidak menutup kemungkinan akan datang investor untuk membngun,” katanya.
Bahkan, Iksan mengaku sudah menjalin komunikasi dengan beberapa investor dan sudah tertarik dengan potensi yang ada di Kabupaten Sumenep.
Untuk menata ekosistem industri pariwisata yang sehat, lanjut Iksan, dibutuhkan beberapa langkah, yakni persamaan pandangan dan visi pembangunan.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata membahas persiapan penyambutan wisatawan pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Agar pengelola menjaga ketertiban, keamanan, termasuk kebersihan,” tuturnya.
Lebih lanjut, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, H. Sami’oeddin meminta kepada Pemkab Sumenep untuk memperbaiki tata kelola pariwisata.
“Salah satunya infrastrukturnya diperbaiki dan fasilitasnya dilengkapi,” pintanya.
Menurutnya, sejak beberapa tahun terkahir, pembangunan pariwisata yang diwacanakan belum maksimal karena tidak bisa membuat daya tarik wisatawan.
“Bahkan kami sempat mendengar informasi kenaikan karcis di salah satu tempat wisata. Jika fasilitasnya tidak diperbaiki akan membuat wisatawan tidak kembali lagi,” katanya.













