Berita

Jembatan Penghubung Desa Bringsang – Aenganyar Ambruk, Warga Desak Perbaikan Segera

Avatar
172
×

Jembatan Penghubung Desa Bringsang – Aenganyar Ambruk, Warga Desak Perbaikan Segera

Sebarkan artikel ini
Jembatan Penghubung Desa Bringsang - Aenganyar Ambruk, Warga Desak Perbaikan Segera
Kondisi jembatan penghubung Desa Bringsang dengan Aenganyar

Mediapribumi.id, Sumenep — Jembatan penghubung di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, yang ambruk sejak Jumat (5/12/2025), hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut menyebabkan akses utama masyarakat dari empat desa lumpuh, khususnya bagi kendaraan roda empat.

Sebagai solusi sementara, warga setempat secara swadaya membangun jembatan darurat dari kayu. Namun, jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara itu, kendaraan roda empat terpaksa harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari empat desa. Kalau roda dua masih bisa lewat jalan alternatif, tapi kendaraan roda empat kasihan, harus mencari jalur lain yang cukup jauh,” ujar Mas Ari, warga Desa Bringsang, Senin (22/12/2025).

Kondisi tersebut memicu desakan warga, agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan. Pasalnya, jembatan itu memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Kepala Desa Bringsang, Ahmad Muzakki, mengungkapkan pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.

“Hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemkab melalui dinas terkait, termasuk Komisi III DPRD Sumenep. Kami meminta agar pembangunan ulang jembatan ini bisa dipercepat,” kata Muzakki.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Slamet Supriyadi, menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat dua opsi penanganan, yakni pembangunan jembatan darurat atau langsung membangun jembatan permanen.

“Kalau jembatan darurat, total anggarannya kurang lebih sekitar Rp60 juta. Karena anggarannya cukup besar, akhirnya Bupati lebih setuju langsung membangun jembatan permanen pada tahun 2026,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, anggaran pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan bersumber dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Tahun 2026. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan waktu dimulainya proses pembangunan.

“Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas di tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” jelasnya.

Slamet mengakui kekecewaan masyarakat akibat terputusnya akses tersebut. Namun, menurutnya, pemerintah daerah juga terikat pada mekanisme penganggaran.

“Kalau anggarannya belum ada, mau bagaimana lagi. Jembatan ini ambruknya juga tidak terduga, jadi kami juga dalam posisi sulit,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, Slamet mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Bringsang dan sekitarnya.

“Kami mohon maaf karena target anggaran di tahun 2025 belum bisa direalisasikan. Namun di tahun 2026 kami siap melaksanakan pembangunan jembatan permanen,” ucapnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep