BeritaEkonomiPemerintahan

Wabup Sumenep Sebut Smart Farming Jawaban Tantangan Pertanian Masa Depan

Avatar
425
×

Wabup Sumenep Sebut Smart Farming Jawaban Tantangan Pertanian Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Wabup Sumenep Sebut Smart Farming Jawaban Tantangan Pertanian Masa Depan
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, meninjau kawasan smart farming di Kecamatan Manding.

Mediapribumi.id, Sumenep — Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menegaskan bahwa penerapan smart farming menjadi jawaban atas tantangan pertanian di masa depan, mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, hingga minimnya minat generasi muda pada sektor pertanian.

Penegasan itu disampaikannya saat meresmikan Kawasan Smart Farming Hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025).

Menurut KH Imam Hasyim, pertanian harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman agar tetap menjadi sektor yang produktif dan menjanjikan. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.

“Pertanian ke depan tidak bisa lagi dikelola dengan cara lama. Dengan teknologi, kita bisa meningkatkan hasil, menjaga kualitas, dan memastikan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Wabup Sumenep menilai Kawasan Smart Farming Hortikultura di Desa Kasengan merupakan contoh nyata transformasi tersebut. Seluruh proses budidaya dilakukan secara terkontrol, mulai dari pengaturan suhu, kelembapan udara, hingga irigasi berbasis sistem digital.

Ia mengungkapkan, kehadiran kawasan ini juga membawa dampak sosial yang positif. Selain meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian, smart farming dinilai mampu mengubah persepsi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dunia pertanian.

“Alhamdulillah, anak-anak muda mulai melihat bahwa bertani itu bisa modern, terhormat, dan memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, KH Imam Hasyim menyampaikan bahwa produk hortikultura dari kawasan tersebut telah menembus pasar modern. Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa petani lokal mampu bersaing asalkan didukung teknologi dan manajemen yang tepat.

“Masuk ke pasar modern itu tidak mudah. Ini bukti bahwa petani kita mampu naik kelas,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep