Berita

Bupati Sumenep Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Jelang Pergantian Tahun

Avatar
169
×

Bupati Sumenep Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Jelang Pergantian Tahun

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumenep Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Jelang Pergantian Tahun
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Mediapribumi.id, Sumenep — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Imbauan tersebut disampaikan kepada Media Center, Rabu (03/12/2025), sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, namun sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” ujar Bupati.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam mitigasi bencana, mengingat pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi dan kepedulian bersama dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana.

Bupati menyarankan agar masyarakat melakukan langkah sederhana namun berdampak besar, seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras.

Selain itu, warga yang berencana bepergian selama libur akhir tahun juga diminta memperhatikan informasi cuaca dan kondisi lingkungan. Jika situasi dinilai berbahaya, masyarakat diimbau untuk menunda perjalanan.

“Masyarakat hendaknya mengutamakan keselamatan. Jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya, menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem akan meningkat pada periode minggu kedua Desember hingga awal Januari.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan beberapa fenomena atmosfer yang memicu peningkatan curah hujan, seperti aktifnya Monsoon Asia, anomali Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, Rossby Equator, serta seruak dingin Siberia.

BMKG juga memperingatkan potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, khususnya Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa–Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua bagian Tengah dan Selatan.

Meskipun Indonesia tidak berada pada jalur langsung siklon tropis, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut. BMKG mencontohkan kemunculan Siklon Senyar yang sebelumnya menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem di Aceh.

Pada periode 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Papua Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, mencapai 300–500 milimeter per bulan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun terus meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan diri dan lingkungan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep