BeritaPendidikan

Sebanyak 101 Guru Sumenep Wajib Lakukan Pengimbasan Usai Bimtek Sekolah Inklusi 2025

Avatar
639
×

Sebanyak 101 Guru Sumenep Wajib Lakukan Pengimbasan Usai Bimtek Sekolah Inklusi 2025

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 101 Guru Sumenep Wajib Lakukan Pengimbasan Usai Bimtek Sekolah Inklusi 2025
Suasana Bimtek Layanan Pendidikan Inklusi di Hotel Asmi Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Pasca mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusi 2025 di Hotel Asmi sejak Senin (10/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025), sebanyak 101 guru diwajibkan untuk mengikuti follow up meliputi pengimbasan di sekolahnya masing-masing.

Selain itu, untuk guru TK dan SD melakukan pengimbasan di Kelompok Kerja Guru (KKG) dan untuk SMP di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

101 guru itu terdiri dari 25 orang guru TK, 20 orang guru SMP dan 56 guru SD. Yakni, jenjang pendidikan di bawah naugnan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

“Para peserta banyak mendapatkan materi, kolaborasi, studi kasus, dan presentasi penugasan,” terang Kasi GTK SD, Disdik Sumenep, Budiyanto. Kamis (04/12/2025).

Selama Bimtek, para peserta mendapatkan pemahaman terkait instrumen untuk mengidentifikasi anak didik inklusi. Bahkan, mereka melakukan studi banding ke sekolah yang memiliki anak inklusi termasuk ke UPT Layanan Disabilitas di Disdik Kota Malang.

“Ada sembilan materi yang diberikan termasuk Kebijakan Pendidikan Inklusi yang diberikan langsung oleh para narasumber dari PGRI,” imbuhnya.

Selain itu, peserta nantinya akan melaporkan hasil tindak lanjutnya melalui Learning Management System (LMS) sehingga bisa terus saling berbagi secara daring, dan bisa dipantau langsung oleh Disdik Sumenep.

“Selama Bimtek, yang ditekankan adalah pola pikir guru, bahwa anak inklusi itu setara dan memiliki keistimewaan yang sebagian belum memahami,” tuturnya.

Budi menegaskan akan mengawal secara serius pendidikan inklusi ini, bahkan di Sumenep sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 13 tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Tahun depan kami akan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kepada seluruh sekolah,” tutupnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep