Berita

Kunjungan Wabup Sumenep ke Pulau Sapudi: Target Percepatan Rehabilitasi Pascagempa

Avatar
288
×

Kunjungan Wabup Sumenep ke Pulau Sapudi: Target Percepatan Rehabilitasi Pascagempa

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Wabup Sumenep ke Pulau Sapudi: Target Percepatan Rehabilitasi Pascagempa
Peletakan batu pertama pembungunan rumah warga di Pulai Sapudi, Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim turun langsung ke Pulau Sapudi, Kecamatan Gayam untuk mempercepat rehabilitasi pascagempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang menyebabkan ratusan bangunan rusak. Senin (06/10/2025).

Kunjungan ini sekaligus mendistribusikan 4 bantuan rumah stimulan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat kepada warga yang rumahnya mengalami rusak berat dan sangat berat akibat gempa tersebut.

“Alhamdulillah, sejak terjadinya gempa, camat dan pemdes langsung sigap membantu evakuasi warga,” kata Wabup Imam Hasyim.

Untuk menyukseskan bantuan tersebut, pihaknya meminta kepada camat, pemdes beserta jajarannya untuk mengawal proses pembangunanya.

“Kami menyampaikan kepada Camat Gayam dan Pemdes yang masyarakatnya menerima bantuan untuk dikawal hingga tuntas,” tegasnya.

Bahkan, Wabup mengaku sudah meminta kepada tukang yang akan mengerjakan rumah tersebut untuk diselesaikan dalam waktu dekat, agar warga terdampak cepat mendapatkan tempat tinggal.

“Tukangnya menyanggupi, bahkan siap membangun dengan nominal bantuan yang kami berikan. Tapi, bangunannya harus berkualitas, jangan asal bangun,” tuturnya.

Beberapa lokasi yang dikunjungi dinataranya, Desa Prambanan, Jambuir dan Kaloang, semuanta ada di Kecamatan Gayam.

Selain itu, pascagempa, Pemkab Sumenep bersama kecamatan dan pemdes langsung turun melakukan evakuasi dan pendataan warga terdampak, mulai dari rusak ringan, sedang, berat dan sangat berat.

“Untuk yang rusak ringan kami berkolaborasi dengan Basarnas memberikan sejumlah bantuan,” imbuhnya.

Menurut Ketua BAZNAS Sumenep, Abd. Rahman, bantuan yang disalurkan saat ini total Rp. 100 juta untuk empat rumah dengan kategori rusak berat dan rusak sangat berat.

“Rinciannya, untuk dua rumah rusak berat masing-masing Rp. 20 juta, dan dua rumah rusak sangat berat masing-masing Rp. 30 juta,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Prambanan, Mariani mengucapkan terimakasih terhadap semua bantuan yang diberikan kepada warganya, utamanya dari Pemkab Sumenep.

“Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak gempa,” ucapnya.

Ia memaparkan, warga Desa Prambanan yang terdampak gempa hingga rumahnya rusak, 8 diantaranya mengalami rusak berat dan 74 rusak ringan dan sedang.

Peristiwa gempa di Pulau Sapudi bukan hanya terjadi kali ini, sebelumnya, pada 11 Oktober 2018 insiden yang sama terjadi dengan kekuata 6,0 magnitudo yang mengakibatkan 3 orang meningggal dunia dan 37 orang lainnya luka-luka.
Selain itu, gempa juga mengakibatkan 691 rumah rusak dengan rincian 395 rusak ringan, 184 rusak sedang dan 112 rusak berat.

Selain rumah, sejumlah masjid dan musala serta bangunan sekolah juga mengalami kerusakan. Bahkan, gempa pada tahun 2018 tersebut berdampak terhadap kerusakan rumah di beberapa kecamatan di daratan, diantaranya, Kalianget, Bluto, Lenteng dan Batang-Batang.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep