Mediapribumi.id, Sumenep — Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di wilayah Puskesmas Batang-batang masih tergolong rendah. Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Batang-Batang, dr. Sulaiha Riningsih.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penolakan dari orang tua serta tingginya kasus anak yang sedang sakit campak, sehingga penyuntikan belum bisa dilakukan.
Untuk mengejar target, pihak Puskesmas bersama tim medis akan terus melakukan sweeping dalam sepekan ke depan, dengan tenggat waktu hingga 15 September 2025.
“Kami akan menyisir secara maksimal agar cakupan bisa tercapai. Dengan dukungan orang tua, saya optimistis target imunisasi bisa tuntas,” jelas dr. Sulaiha, Senin (8/9/2025).
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Batang-Batang melibatkan lintas sektor, termasuk pemerintah desa, Dinas Pendidikan, dan berbagai pihak terkait sesuai arahan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Beberapa kegiatan dilakukan bersamaan dengan penyerahan alat permainan edukasi ke sekolah-sekolah, agar anak-anak merasa nyaman dan tidak takut disuntik.
Selain itu, tenaga kesehatan (nakes) juga mengenakan kostum menarik dan ramah anak untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Sasaran ORI Campak di wilayah Batang-Batang mencapai 2.829 anak dengan pelaksanaan yang sudah dimulai sejak 25 Agustus 2025.
“Bagi kami, imunisasi bukanlah masalah selama orang tua memberikan izin. Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin bisa mencapai target,” tegas dr. Sulaiha.
Lebih lanjut, ia mengajak kepada semua orang tua untuk mendukung program ini, guna memberikan perlindungan terhadap anak dari paparan campak.
“Lindungi anak anda dari paparan wabah penyakit campak dengan cara imunisasi campak bersama nakes Puskesmas Batang-Batang,” pungkasnya.













