Mediapribumi.id, Malang — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) sukses menyelenggarakan Pelatihan Auditor Internal bertema “Urgensi SPMI untuk Mendukung Akreditasi Unggul” pada 12–13 Agustus 2025 di Ruang Sidang Senat UMM. Kegiatan ini diikuti oleh 24 auditor baru yang berasal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan kampus putih.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D, dan dimoderatori oleh Kepala BPMI UMM, Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. In’am menegaskan bahwa UMM terus berupaya menjaga mutu di semua lini, mulai dari universitas, fakultas, hingga program studi.
“UMM adalah kampus unggul, dan saat ini lebih dari 60% program studi di UMM telah terakreditasi unggul,” ujarnya. “Untuk menjaga kualitas tersebut, peran SPMI menjadi sangat utama. Alhamdulillah UMM tetap menjadi perhatian masyarakat, terlihat dari tingginya minat calon mahasiswa baru yang mendaftar setiap tahun.”
Ia juga mengajak peserta pelatihan untuk berperan aktif dalam mengawal mutu akademik dan non-akademik. “Mari kita kawal dengan kegiatan-kegiatan yang logis dan fokus, memastikan bahwa apa yang kita kerjakan sesuai dengan harapan dan standar yang ditetapkan. Bahkan, kita harus mampu melampaui standar tersebut. Mari kita bersama-sama mengembangkan UMM agar terus maju,” tambahnya.
Pentingnya PPEPP dalam SPMI
Pada hari pertama pelatihan, Prof. Jabal memaparkan materi tentang pentingnya implementasi PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam SPMI. Menurutnya, PPEPP adalah siklus yang membentuk implementasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan standar lain yang ditetapkan perguruan tinggi, sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat (2) Undang-Undang Pendidikan Tinggi.
“PPEPP bukan sekadar konsep di atas kertas. Ini adalah mekanisme yang memastikan mutu pendidikan terjaga secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia kemudian merinci lima tahap PPEPP, mulai dari penetapan standar sesuai regulasi, pelaksanaan yang konsisten, evaluasi berkala, pengendalian implementasi, hingga peningkatan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kinerja perguruan tinggi.
Praktik Baik dari ITS
Hari kedua pelatihan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Pratiwi, M.Si, Ketua Penjaminan Mutu (KPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Membawakan materi bertema Pelaksanaan SPMI di Perguruan Tinggi, ia menjelaskan prinsip, mekanisme, dan praktik terbaik penerapan SPMI untuk memenuhi SN Dikti.
“Auditor internal tidak hanya bertugas memeriksa kepatuhan, tetapi juga memastikan sistem mutu berjalan adaptif terhadap perkembangan kebijakan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Materinya mencakup instrumen akreditasi, proses menuju status terakreditasi unggul, peluang akreditasi internasional, serta strategi evaluasi pemenuhan standar secara diagnostik, formatif, dan sumatif. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh atas standar masukan, proses, dan luaran, serta mengintegrasikannya dalam SPMI untuk mengawal implementasi mutu di setiap unit kerja.
Prof. Sri Gunani juga menyoroti pentingnya benchmarking dan kolaborasi antarperguruan tinggi. “ITS memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah monitoring dan evaluasi SPMI, sehingga prosesnya lebih cepat dan akurat. Banyak hal yang bisa diadaptasi sesuai konteks masing-masing perguruan tinggi,” jelasnya.
Komitmen Jangka Panjang
Selama dua hari, peserta mendapatkan kombinasi materi teoritis dan praktik audit internal, termasuk simulasi audit dokumen, wawancara, observasi lapangan, hingga penyusunan laporan dan rekomendasi perbaikan.
Novita Rta Satiti, Ph.D dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyebut pelatihan ini memperluas wawasannya. “Saya jadi lebih paham bagaimana proses audit internal yang baik, dari persiapan hingga tindak lanjut,” ungkapnya. Sementara itu, Dr. Husamah dari FKIP menilai peran auditor internal sangat strategis. “Kami tidak hanya memeriksa, tapi juga membantu unit-unit di UMM agar lebih baik dalam menjalankan standar,” katanya.
Pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen UMM membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan, selaras dengan visinya menjadi perguruan tinggi berkelas dunia unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Target kita jelas: seluruh program studi di UMM terakreditasi unggul. Untuk itu, setiap unsur, mulai dari pimpinan hingga staf, harus memahami dan menjalankan SPMI secara konsisten,” tegas Prof. In’am.
Prof. Jabal menambahkan, “Pelatihan ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang para auditor internal. Tugas auditor adalah memastikan perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar mencari kesalahan.”
Dengan pelatihan ini, BPMI UMM berharap ke-24 auditor baru siap terjun mengawal mutu di setiap unit, memastikan standar tidak hanya dipenuhi, tetapi juga melampaui ekspektasi.













