Mediapribumi.id, Sumenep — Cuaca ekstrem dikhawatirkan akan memengaruhi arus mudik menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah khususnya bagi masyarakat Kepulauan Sumenep.
Salah satu dampak yang diprediksi akan terjadi adalah penumpukan penumpang di Pelabuhan Kalianget ketika kapal tidak berlayar akibat cuaca ekstrem.
Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep melakukan koordinasi denegan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) untuk siaga.
“Sebagai langkah antisipatif akibat cuaca buruk ini kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait,” kata Plt. Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, Jumat (06/03/2026).
Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep terkait potensi cuaca ke depan.
“Prediksi Kalaksa BPBD cuaca buruk ini akan terjadi hingga tanggal 18 Maret 2026 mendatang,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo, Ari Widjajanto mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut untuk waspada.
Ia memprediksi cuaca ekstrem ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menurutnya, pihak KSOP secara intens melakukan koordinasi terkait keadaan cuaca ini.
“Menjelang mudik ini, KSOP sudah memegangi informasi yang selalu kami perbaharui setiap waktu,” turunya.
Ia meminta kepada masyarakat untuk menaati himbauan resmi karena berkaitan dengan keselamatan. Jika diimbau untuk bertahan masyarakat diminta untuk bertahan.
“Kami harap masyarakat bersabar semoga angin kencang ini cepat berlalu dan nanti akan berlayar seperi biasanya. Dari pada berangkat tak kembali lebih baik ditunda dulu,” pungkasnya.













