Mediapribumi.id, Sumenep — Puncak musim kemarau di wilayah Madura belum berakhir dan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo, Ari Widjajanto meminta masyarakat tetap waspada terhadap dampak cuaca panas yang kini terjadi.
Dia menjelaskan, suhu udara yang tinggi dipicu minimnya tutupan awan. Kondisi itu membuat sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa penghalang.
“Kewaspadaan masih sangat diperlukan, karena suhu udara tinggi dan tidak ada tutupan awan, sehingga panas matahari langsung menerpa bumi,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan, kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan di wilayah Indonesia sisi selatan garis khatulistiwa. Menurutnya, suhu udara yang tinggi di wilayah tersebut disertai kelembaban udara yang rendah, sehingga kondisi menjadi sangat kering.
Situasi tersebut, lanjutnya, meningkatkan risiko kebakaran lahan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama dalam aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka.
Selain itu, warga diimbau menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca ekstrem ini. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi, terutama pada siang hari saat suhu mencapai puncaknya, untuk menghindari dehidrasi.
“Kurangi aktivitas di luar rumah dan selalu konsumsi air agar tubuh tidak kekurangan cairan,” imbaunya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













