BeritaPeristiwa

BPBD Sumenep Ajukan Bantuan Air Bersih ke Pemprov Jatim, Kekeringan Diprediksi hingga Desember

Avatar
×

BPBD Sumenep Ajukan Bantuan Air Bersih ke Pemprov Jatim, Kekeringan Diprediksi hingga Desember

Sebarkan artikel ini
BPBD Sumenep Ajukan Bantuan Air Bersih ke Pemprov Jatim, Kekeringan Diprediksi hingga Desember
Kepala BPBD Sumenep, Kamiluddin.

Mediapribumi.id, Sumenep — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep meminta bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Permintaan itu diajukan menyusul bencana kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2026.

Surat pengajuan tersebut dikirim Pemkab Sumenep melalui BPBD pada pertengahan September 2026. Sumenep tidak sendirian, karena 24 daerah lain di Jawa Timur juga mengajukan bantuan serupa akibat kekeringan.

Kepala BPBD Sumenep, Kamiluddin, menyebut bantuan nantinya akan menyasar wilayah daratan maupun kepulauan yang terdampak.

“Bantuan air bersih itu akan disalurkan ke wilayah daratan dan kepulauan yang terdampak kekeringan,” ujarnya, Rabu (07/10/2026).

Menurut Kamil, sapaan akrabnya, selama ini penyaluran air bersih di Sumenep hanya bersumber dari dana Biaya Tak Terduga (BTT). Masalahnya, dana tersebut hanya bisa digunakan sampai 15 Oktober 2026 karena dialokasikan untuk masa penanganan 45 hari.

“Artinya, BTT itu sampai 15 Oktober 2026 sudah habis. Karena BTT itu direncanakan untuk 45 hari. Harapannya, setelah 15 Oktober 2026 ada bantuan penanganan kekeringan dari Pemprov Jatim,” katanya.

Ia menjelaskan, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan musim kering tahun ini berlangsung lebih panjang. Kondisi itu berpotensi meningkatkan status sejumlah desa. “Dari perkiraan itu, bisa jadi desa yang berstatus kering langka akan naik menjadi kering kritis. Makanya, kami ajukan bantuan ke Pemprov,” tuturnya.

Sementara itu, distribusi air bersih ke berbagai wilayah daratan dan kepulauan di Sumenep masih terus berjalan. Cakupan daerah terdampak juga bertambah. Selain Kecamatan Gayam dan Nonggunong, BPBD kini menerima informasi bahwa Kecamatan Kangayan, Raas, dan Giligenting turut membutuhkan pasokan air bersih.

Kamil menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar bantuan segera turun. Dari komunikasi tersebut, BPBD Jatim disebut akan menyalurkan air bersih dalam waktu dekat. Ia menegaskan, daratan dan kepulauan sama-sama akan mendapat alokasi, namun tetap ada wilayah yang diprioritaskan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Daratan dan kepulauan pasti kita alokasikan, tapi pasti ada yang kami prioritaskan,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *