BeritaKesehatanPemerintahan

Pemkab Sumenep Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Avatar
682
×

Pemkab Sumenep Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sumenep Raih UHC Award 2026 Kategori Madya
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim Saat Menerima Penghargaan dari Menko PMK

Mediapribumi.id, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK), Muhaimin Iskandar, dalam acara Deklarasi dan Pencanangan UHC Award yang digelar di Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026).

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep. Capaian ini menjadi pengakuan atas komitmen daerah dalam memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat.

Pemkab Sumenep Raih UHC Award 2026 Kategori Madya
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim

Wakil Bupati Sumenep menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi pemacu semangat bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkeadilan.

Ia menegaskan, Pemkab Sumenep berkomitmen memastikan seluruh warga terlindungi melalui skema jaminan kesehatan, sehingga tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan medis karena keterbatasan biaya.

“Upaya pemenuhan kepesertaan JKN akan terus menjadi prioritas daerah yang kami pimpin ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Muhaimin Iskandar menekankan bahwa Jaminan Kesehatan Nasional telah menjadi instrumen penting negara dalam melindungi masyarakat dari risiko kemiskinan akibat tingginya biaya kesehatan. Selama lebih dari sepuluh tahun implementasinya, program ini dinilai efektif dalam meringankan beban finansial masyarakat.

“Kehadiran negara melalui JKN merupakan wujud peran negara yang memastikan rakyat dapat hidup sehat dan produktif. Kesehatan, kata dia, tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Muhaimin juga menyoroti hubungan erat antara kualitas kesehatan dan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, pencapaian Universal Health Coverage bukan sekadar capaian administratif, melainkan investasi strategis bagi pemerintah daerah dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, daerah yang konsisten menjalankan program bantuan iuran peserta JKN telah menciptakan bantalan ekonomi yang mampu mencegah masyarakat kehilangan aset maupun produktivitas akibat beban biaya pengobatan.

“Pengalaman negara maju menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang kuat dan merata menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan kemajuan bangsa,” tutupnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep