Berita

Masuk Musim AMI 2025, BPMI UMM Refresh Gugus Penjaminan Mutu

Avatar
230
×

Masuk Musim AMI 2025, BPMI UMM Refresh Gugus Penjaminan Mutu

Sebarkan artikel ini
Masuk Musim AMI 2025, BPMI UMM Refresh Gugus Penjaminan Mutu

Mediapribumi.id, Malang — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dalam bidang penjaminan mutu. Memasuki musim Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2025, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMM menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi AMI 2025 pada Rabu, 3 Desember 2025 di Ruang ODS UMM. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh 13 Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) dari seluruh fakultas di lingkungan UMM.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D, serta Kepala BPMI UMM, Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. In’am menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu merupakan pondasi keberlanjutan kualitas perguruan tinggi. “UMM tidak boleh berhenti pada capaian hari ini. Status unggul harus dijaga melalui kerja sistematis dan komitmen bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Jabal juga menyampaikan bahwa UMM saat ini menjadi perguruan tinggi unggul yang memperoleh status terbaik dalam Pelaksanaan SPMI 2025 dari LLDikti Wilayah VII. Ia menuturkan bahwa capaian tersebut bukan hanya prestasi institusi, tetapi juga buah kerja kolektif seluruh GPMI dan unit mutu di fakultas.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan terhadap konsistensi kita dalam menjalankan siklus PPEPP. Namun, tantangannya justru semakin besar karena kita harus membuktikan bahwa kualitas ini berkelanjutan,” jelasnya.

Familiarisasi Sistem New SPMI

Sesi pertama rapat koordinasi diawali dengan pemaparan mengenai familiarisasi Sistem New SPMI oleh Dr. Ir. Wahono, MT, Kepala Divisi Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Survei SPMI BPMI UMM. Dalam penjelasannya, ia menerangkan bahwa transformasi digital menjadi kunci utama penguatan mutu di era perguruan tinggi modern. Menurutnya, New SPMI dirancang agar lebih komprehensif dan mendukung siklus PPEPP secara penuh, mulai dari penetapan hingga peningkatan.

“Sistem New SPMI membawa pendekatan baru yang lebih terintegrasi dan terdokumentasi. Seluruh indikator, bukti, hingga monitoring evaluasi kini dapat dikendalikan melalui satu platform yang transparan dan mudah diakses,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa digitalisasi mutu bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis agar UMM mampu bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Peserta rapat terlihat antusias mengikuti penjelasan tersebut. Banyak GPMI yang mencatat beberapa fitur baru yang dinilai dapat memudahkan pelaporan mutu di tingkat program studi maupun fakultas. Penjelasan Wahono juga memperkuat pemahaman bahwa New SPMI bukan hanya alat, tetapi juga pendekatan manajerial baru dalam tata kelola kualitas universitas.

Teknis Pelaksanaan AMI 2025

Sesi kedua diisi oleh Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan I FKIP UMM yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi AMI dan RTM BPMI UMM Tahun 2024–2025. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci teknis pelaksanaan AMI 2025, termasuk alur audit, penyusunan instrumen, hingga strategi komunikasi antara auditor dan auditee.

Dr. Husamah menyampaikan bahwa AMI tahun ini diarahkan untuk lebih presisi, sistematis, dan selaras dengan standar SPMI terbaru.

“Kita ingin memastikan bahwa audit tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga proses pembelajaran bagi setiap unit. Laporan harus akurat, berbasis bukti, dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa BPMI telah melakukan penyelarasan instrumen AMI dengan indikator kinerja fakultas dan program studi agar audit menjadi lebih relevan terhadap kebutuhan mutu masing-masing unit.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya komunikasi efektif antara auditor dan auditee.

“Audit bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk membantu unit meningkat,” tegasnya dalam sesi pemaparan.

Para peserta memberikan respons positif terhadap panduan pelaksanaan AMI yang lebih terstruktur tersebut. Beberapa GPMI mengungkapkan bahwa penjelasan teknis tahun ini lebih jelas dan membantu mereka merencanakan strategi internal sebelum proses audit dimulai.

Sesi Praktik Sistem New SPMI

Setelah sesi pemaparan, para peserta diarahkan untuk mengikuti sesi praktik langsung penggunaan Sistem New SPMI. Dalam sesi ini, GPMI diminta mencoba mengisi indikator, mengunggah dokumen bukti, memeriksa kecukupan data, hingga menjalankan proses evaluasi mutu sesuai prinsip PPEPP.

Sesi praktik berlangsung sangat interaktif. Peserta tidak hanya mencoba fitur sistem, tetapi juga berdiskusi mengenai kendala teknis yang mungkin muncul saat implementasi. Tim BPMI memberikan pendampingan langsung agar seluruh GPMI dapat memahami alur proses dari awal hingga akhir.

Banyak peserta mengakui bahwa sesi praktik ini sangat membantu mereka memvisualisasikan bagaimana AMI 2025 akan berjalan secara digital. Beberapa GPMI mengungkapkan bahwa sistem baru memberikan pengalaman kerja yang lebih efisien dibanding tahun-tahun sebelumnya karena integrasi bukti, indikator, dan laporan berada dalam satu platform.

Harapan BPMI UMM

Di akhir kegiatan, BPMI UMM menegaskan bahwa tujuan utama rapat koordinasi ini adalah memastikan seluruh unit mutu siap menghadapi AMI 2025. Dr. Husamah menyampaikan bahwa BPMI berkomitmen menjaga kualitas audit agar tetap objektif, akurat, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu fakultas maupun program studi.

Sementara itu, Prof. Jabal menegaskan bahwa UMM harus terus membiasakan budaya mutu yang adaptif.

“New SPMI memberi kita peluang untuk bekerja lebih rapi dan terukur. Namun, yang paling penting tetap pada komitmen kita untuk mengawal mutu secara berkelanjutan,” ujarnya dalam penutupan kegiatan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep