BeritaMigasPendidikan

Seminar Pendidikan Kepulauan Dorong Guru Pagerungan Berinovasi di Tengah Keterbatasan

Avatar
×

Seminar Pendidikan Kepulauan Dorong Guru Pagerungan Berinovasi di Tengah Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
Seminar Pendidikan Kepulauan Dorong Guru Pagerungan Berinovasi di Tengah Keterbatasan
Seminar Pendidikan Kepulauan yang diselenggarakan oleh SKK Migas-KEI.

Mediapribumi.id, Sumenep — Tantangan geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kemajuan pendidikan. Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan Kepulauan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang digagas SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi kepala sekolah serta guru dari Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil untuk memperkuat inovasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi, dan merespons perkembangan digitalisasi pendidikan di tengah tantangan wilayah kepulauan.

Vice President Kangean Energy Indonesia, Iman Santoso, mengungkapkan bahwa hadirnya kegiatan ini, karena melihat pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta penyiapan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.

“Kami ikut merasakan, bahwa melalui pendidikan, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman, serta menggugah motivasi untuk selalu inovatif dan kreatif dalam dunia pendidikan di kepulauan,” tuturnya.

Ia menggambarkan, penyelenggaraan pendidikan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis, akses terhadap sumber belajar, perkembangan teknologi, hingga perubahan kebutuhan kompetensi menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan mencari solusi secara bersama-sama.

Karena itu, kata Iman, pihaknya menyediakan ruang belajar melalui program GEMILANG (Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru) yang dikemas dengan seminar dan pelatihan peningkatan kompetensi Guru.

Iman berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik murid di wilayah kepulauan.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan memperkuat kapasitas para pendidik. Lebih dari itu, semoga kegiatan ini melahirkan pemikiran dan langkah nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di wilayah kepulauan,” katanya.

Sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di wilayah Kepulauan Sapeken dan sekitarnya, SKK Migas-KEI memandang dukungan terhadap pendidikan sebagai bagian dari perhatian terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Terima kasih kepada Kepala Disdik dan Kepala Kemenag Sumenep, serta Prof Ali selaku tenaga Ahli Bupati Sumenep bidang pendidikan, semoga kolaborasi ini bukan semata-mata sebagai agenda seminar, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan kepedulian kita terhadap masa depan pendidikan di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Dalam seminar tersebut, Kepala Kemanag Sumenep, KH. Abdul Wasid, juga menekankan bahwa keterbatasan tidak boleh melemahkan kreativitas dan inovasi dalam membangun pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif.

Menurutnya, kedudukan digitalisasi pendidikan perlu dipandang sebagai peluang untuk memperluas akses sumber belajar, memperkaya metode pengajaran, dan mendorong pengembangan keterampilan murid.

“Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan ketersediaan sarana, akses internet, serta karakteristik lingkungan belajar,” ungkapnya.

Seminar ini diikuti kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA atau sederajat, para guru, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa dari Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antarpelaku pendidikan di kedua pulau.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan. Ia menilai dukungan kolabirasi untuk pengembangan pendidikan mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas pendidik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.

“Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah dan guru di Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil diharapkan memperoleh wawasan baru, menemukan gagasan inovatif, serta membangun semangat baru dalam menjalankan pengabdian,” kata Moh Iksan.

Pada saat yang sama, Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, selaku tenaga ahli Bupati Sumenep, bidang pendidikan, memaparkan, bahwa penguatan kompetensi guru diharapkan berdampak pada pengembangan pengetahuan, karakter, dan keterampilan murid agar lebih siap menghadapi perubahan zaman.

“Pada akhirnya, kemajuan pendidikan di wilayah kepulauan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, keberanian berinovasi, dan kemampuan membangun kolaborasi,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Prof. Malhum itu mengatakan, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan wawasan dan sharing konsep pendidikan berkemajuan, akan tetapi lebih dari itu, karena ada perhatian dan kepedulian yanh patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan baik.

“Kegiatan ini sangat baik bagi saya, maka perhatian dan kepulauan SKK Migas-KEI ini harus kita gunakan dengan baik untuk memperkaya relasi dan gagasan tentang pendidikan,” tukasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *