Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang pelajar yang menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang guru berinisial MR (43) di Pulau Kangean, Sumenep mendapatkan pendampingan psikologis, konseling, serta pemulihan trauma di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang berada di RS Bhayangkara Surabaya.
Kepala UPTD PPA Dinsos P3A Sumenep Diana Agus Sulistyowati menjelaskan, kemarin pihaknya bersama aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep menjemput korban bersama keluarga dan kuasa hukumnya di Pelabuhan Kalianget.
“Kemudian dibawa ke Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan psikologis,” katanya, Jumat (09/10/2026).
Setelah selesai pemeriksaan di Surabaya, korban besok Sabtu (10/10/2026) akan diberikan pendampingan dan asesmen psikologis oleh Dinsos P3A Sumenep.
Biasanya setelah pemeriksaan Polda Jatim, korban diberikan tenggat waktu untuk beristirahat sebelum didampingi Dinsos P3A, karena keluarganya ada acara di kepulauan sehingga dijadwalkan lebih cepat.
“Karena korban dan keluarga ada acara di Kangean, kita kebut lebih cepat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Diana membenarkan bahwa setelah peristiwa memilukan itu, korban mengalami trauma setelah mendapatkan cibiran dari teman-temannya. Pihak sekolah sempat menyampaikan kepada orang tua korban untuk sementara hingga pulih korban beristirahat dulu di rumah tak perlu masuk sekolah.
“Kami juga terus mendampingi dan memberikan motivasi agar bisa cepat pulih,” tegasnya.
Dia juga berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep guna memperkuat edukasi dan pencegahan kekerasan seksual di sekolah.
Termasuk juga untuk menekan perilaku bullying terhadap korban dari lingkungan sekolah, sehingga hal ini akan mempercepat proses pemulihan.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













