BeritaEkonomiMigas

UMKM Mitra Binaan Kangean Energy Indonesia di Pagerungan Besar Dipamerkan Dalam Lokakarya Media

Avatar
×

UMKM Mitra Binaan Kangean Energy Indonesia di Pagerungan Besar Dipamerkan Dalam Lokakarya Media

Sebarkan artikel ini
UMKM Mitra Binaan Kangean Energy Indonesia di Pagerungan Besar Dipamerkan Dalam Lokakarya Media
Pejabat SKK Migas, Pokja PMM, dan Wartawan saat mengunjungi stand produk UMKM Binaan Kangean Energy Indonesia.

Mediapribumi.id, Yogyakarta — Kangean Energy Indonesia (KEI) terus memperkuat branding dan pemasaran produk UMKM mitra binaan KEI, dengan ikut andil dalam pemeran produk UMKM kegiatan Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 yang berlangsung di Yogyakarta Kamis (17/09/2026).

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Hingga saat ini, jumlah UMKM binaan perusahaan itu telah mencapai puluhan mitra yang tersebar di dua kecamatan wilayah operasi hulu migas KEI, yakni Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di industri hulu migas, KEI tidak hanya berfokus pada aktivitas eksplorasi, tetapi juga berkomitmen mendorong kesejahteraan masyarakat lewat Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), salah satunya pembinaan UMKM.

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa keterlibatan Mitra Binaan UMKM KKKS dalam agenda ini adalah langkah konkret SKK Migas dan KKKS dalam mempromosikan produk lokal serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan di wilayah kepulauan

“Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM Binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi,” ujar Anggono.

Pejabat Utama SKK Migas dan Tim Manajemen KEI saat berkunjung di stand produk kayu santigi.
Pejabat Utama SKK Migas dan Tim Manajemen KEI saat berkunjung di stand produk kayu santigi.

Manager Public & Goverment Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho mengatakan pengembangan UMKM di wilayah operasi produksi menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.

“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya. Kamis (17/09/2026).

Menurutnya, pendampingan terhadap industri kecil dan UMKM binaan dilakukan dengan melibatkan sejumlah ahli, termasuk dalam proses pemasaran produk.

“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.

UMKM yang dihadirkan KEI dalam pameran tersebut adalah UMKM Kerajinan Santigi dari Desa Pagerungan Besar.

“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” ujar Kampoi.

Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi Pagerungan Besar, Sapeken, Nur Hidayat, mengatakan produk kerajinannya kini sudah dipasarkan ke berbagai wilayah dengan omzet mencapai sekitar Rp4 juta per bulan.

“Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkapnya.

Produk yang dihasilkan bervariasi, mulai dari miniatur kapal, miniatur samurai, hingga gelang. Konsumen dapat memesan sesuai keinginan melalui sistem pre-order, kecuali gelang yang stoknya selalu tersedia.

“Tapi untuk gelang, stoknya selalu ready,” jelasnya.

Hidayat menyebut pemasaran produknya saat ini masih dilakukan secara offline, lantaran keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan membuat penjualan daring belum optimal. Meski begitu, kelompoknya sempat mencoba memasarkan produk melalui media sosial Facebook.

“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

UMKM Kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Sebelum mendapat pembinaan, warga Desa Pagerungan Besar sebenarnya sudah menjalankan usaha kerajinan serupa, namun masih menggunakan alat produksi yang terbatas.

Melihat potensi tersebut, KEI kemudian memberikan pelatihan, bantuan alat produksi, hingga dukungan promosi. Usaha ini dikelola secara berkelompok dengan enam anggota.

“Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” kata Hidayat.

Ia menjelaskan, pembagian kerja dilakukan berdasarkan gender. Anggota laki-laki menangani pekerjaan kasar seperti pembentukan model kerajinan, sementara anggota perempuan mengerjakan proses penghalusan atau finishing. Sejumlah pelajar juga turut dilibatkan dalam proses produksi.

“Bahkan anak sekolah juga ada yang ikut kerja,” sebutnya.

Proses produksi kini telah memanfaatkan mesin seperti gerinda dan bor yang merupakan bantuan paket lengkap dari KEI. Bahan baku yang digunakan berupa kayu stigi dan kayu hitam yang dinilai memiliki pori-pori dan kepadatan yang baik untuk kerajinan.

“Kayu bahan produk kerajinan kami menggunakan Kayu Santigi dan Kayu Hitam. Kayu tersebut memiliki pori-pori dan kepadatan yang sangat bagus,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *